Pojok Baca Menumbuhkan Minat Baca dan Literasi Peserta Didik
Persoalan literasi masih menjadi hal yang harus
dibenahi di Indonesia. Berdasarkan survei yang dilakukan Program for
International Student Assessment (PISA) yang di rilis Organization for Economic
Co-operation and Development (OECD) pada 2019, Indonesia menempati peringkat ke
62 dari 70 negara, atau merupakan 10 negara terbawah yang memiliki tingkat
literasi rendah. Hal tersebut sesuai dengan yang termuat dalam website
Kementerian KoordinatorBidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik
Indonesia (KEMENKO PMK).
Literasi sendiri adalah kedalaman pengetahuan
seseorang terhadap suatu subjek ilmu pengetahuan. Sumber daya manusia (SDM)
yang mumpuni sangat diperlukan jelang Indonesia Emas pada tahun 2045. Ada tiga
aspek yang harus dipenuhi untuk mewujudkan SDM mumpuni, yaitu literasi dasar,
karakter, dan kompetensi.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, riset, dan
tekhnologi ( Kemendikbudristek ) meluncurkan Gerakan Literasi Sekolah ( GLS )
sebagai pengembangan dari Permendikbud Nomor 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan
Budi Pekerti pada Anak.GLS merupakan upaya menyeluruh yang melibatkan seluruh
warga sekolah (guru, peserta didik, orang tua/wali murid) dan masyarakat,
sebagai bagian dari pendidikan.Menindaklanjuti hal tersebut SD Plus Darul Ilmi
Murnimembuat terobosan terkait budaya Literasi. Selain Pemanfaatan Perpustakaan
Sekolah, cara lain yang digunakan adalah menciptakan Pojok Baca di setiap
kelas.Pojok baca ini tentu dibuat dengan kreativitas guru dan peserta didik
masing- masing kelas.
Agar Pojok Baca selalu dikunjungi dan dimanfaatkan
peserta didik, maka harus dibuat semenarik mungkin. Banyak cara yang dapat
dilakukan untuk menciptakan Pojok Baca yang menarik di setiap kelas. Langkah
pertama adalah guru membuat konsep Pojok Baca kemudian mulai menyiapkan segala
perlengkapannya. Mulai fasilitas baca, hiasan, pagar pembatas, hingga
penyediaan buku-buku. Buku yang disediakan di pojok baca hendaknyabuku-buku
yang sesuai dengan tingkatan kelas dan usia pesertadidik di dalam kelas
tersebut. Seperti pada tingkatan kelas rendah di Sekolah Dasar (SD) dapat
disediakan buku-buku yang memiliki banyak gambar agar lebih menarik minat
peserta didik.
Dalam rangka pengembangan minat baca siswa, Pojok
Baca di setiap kelas memiliki banyak manfaat. Di antaranya dapat merangsang
siswa untuk lebih gemar membaca dan memiliki daya pikir yang baik, mendekatkan
buku pada siswa sehingga siswa lebih tertarik membaca, menumbuhkan minat baca,
serta membantu perpustakaan sekolah dalam membudayakan rutinitas membaca. Di
saat buku yang ingin dibaca siswa tidak tersedia di perpustakaan sekolah, pojok
baca diharapkan dapat memenuhi hal tersebut.Pojok baca kelas juga digunakan
sebagai sarana tambahan kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Dengan membiasakan
membaca di pojok baca kelas diharapkan dapat meningkatkan minat baca, dan kemampuan
literasi pada peserta didik.






